Info

SELAMAT DATANG

Selamat datang di Coretan Evanzip - saya senang Anda berada di sini, dan berharap Anda sering datang kembali. Silakan Berlama - Lama di sini semoga dari sekian banyak postingan ada beberapa artikel yang bermanfaat buat anda

Sekilas Tentang Evanzip


Nama saya Evan Saputra, Saya Bukan Seorang Blogger, Desainer atau Apapun Tapi Saya Hanya Seseorang Yang Ingin Selalu Belajar dan Ingin Tahu Sesuatu Yang Baru...

Posts Subscribe to This BlogComments

Follow Us


Jumat, 15 April 2011

Menyeduh susu dengan air panas ternyata SALAH BESARR!!




maap ni gan, ane cuma mau share aja. Ternyata cara yang ane lakuin buat bikin susu tu selama ni salah.. Ane seduh susu dengan nuangin aer panas duluan baru aer dingin.. eeh ternyata malah ilang semua vitaminnya !! wew. simak aja deh:
Spoiler for SUsu+aer panas= vitamin nguapp:
Quote:

Mungkin maksud Anda adalah membuat susu hangat. Bubuk susu atau susu cair yang kita bubuhkan ke dalam gelas dengan serta merta kita seduh dengan air panas dengan suhu hampir 100°C. Kemudian setelah terisi seperempat atau sepertiga gelas, lalu kita menuangkan sisanya dengan air putih biasa sampai hampir penuh satu gelas. Tapi tahukah Anda bahwa cara ini hampir-hampir merupakan metode terburuk dalam membuat segelas susu hangat yang penuh gizi?

Terkejut? Mungkin ya, mungkin pula tidak. Tapi memang demikian, semua vitamin akan terurai dan rusak tatkala kontak dengan suhu yang terlampau panas. Maka menyeduh bubuk susu atau susu cair dengan air panas secara langsung, sebenarnya tak ubahnya menghilangkan vitamin-vitamin yang terkandung di dalamnya. Tidak banyak orang mengetahui hal sepele namun penting ini. Bahkan kalangan medis sekalipun. Coba Anda pikirkan baik-baik, bagaimana pertumbuhan buah hati Anda jikalau susu sebagai tambahan makanan yang semestinya penuh vitamin yang Anda berikan pada mereka ternyata kandungan vitaminnya telah hilang? Relakah Anda jika ini terjadi hanya dikarenakan hal kecil dan sesepele ini?

Vitamin sangat rentan terurai. Apalagi oleh karena pajanan maupun kontak dengan benda-benda ataupun zat dengan suhu yang terlampau ekstrem. Termasuk di sini adalah air panas. Air panas yang dimaksud di sini adalah air mendidih atau air dengan suhu mendekati titik didih air di manapun Anda berada (titik didih air tidak selalu 100°C, bergantung suhu dan tekanan di tempat Anda berada). Lho bukankah sudah kebiasaan menyeduh teh, kopi, bahkan begitu pula susu, dengan air panas tatkala kita mau membuat secangkir minuman itu? Nah, itu dia titik kesalahannya. Hal tersebut sudah membudaya. Bahkan di angkringan-angkringan atau beberapa tempat makan, seringkali ketika kita memesan susu ‘anget’, yang tersaji justru susu ‘panas’ yang notabene bukan lagi susu yang kaya akan vitamin lagi. Coba saja ke warung “Susu sapi segar”. Lihat pengolahan susunya, kira-kira masih berapa persen vitamin yang terkandung di dalam segelas susu yang tersaji begitu ‘panas’-nya itu? Maka dari itu, semestinya kita mengerti bagaimanakah sebenarnya langkah-langkah menyajikan susu hingga vitaminnya tidak terlampau banyak hilang?

Susu mengandung begitu banyak vitamin dan mineral di dalamnya. Namun ingat, tidak hanya nutrisi yang banyak terkandung dalam susu, tapi juga bakteri. Jutaan bakteri hidup subur pada segelas susu yang baru saja Anda perah dari seekor sapi betina. Dan hanya panas yang mampu memisahkan antara keduanya. Tapi panas yang berlebih tidak hanya menghilangkan bakteri yang hidup di dalamnya, tetapi juga semua vitaminnya. Metode pemanasan yang selama ini dipakai dalam mengolah susu ialah cara “Pasteurisasi”, di mana susu dipanaskan hingga suhu 70°C. Bakteri jahat alami susu akan mati, tetapi kandungan vitamin susu masih tetap terjaga. Tetapi mana mungkin kita dapat memastikan suhu air seduhan yang kita gunakan dalam membuat segelas susu? Sangat tidak praktis untuk mengukur suhu air tremos kita sebelum membuat segelas susu.

Untuk itu, ada dua kemungkinan jalan yang mudah ditempuh untuk menengahi hal ini.
1. Gunakanlah air hangat, atau, paling tidak jika Anda hanya punya air mendidih, biarkan air tersebut terpapar bebas dalam gelas Anda sebelum kemudian Anda bubuhkan bubuk atau cairan susu Anda. Hangat di sini adalah hangat-hangat kuku. Anda tau jika akan mandi dengan air hangat, Anda akan mengatur seberapa hangat airnya sebelum Anda gunakan. Itulah hangat-hangat kuku.
2. Tuangkan air dingin atau air dengan suhu ruangan pada bubuk atau cairan susu yang telah Anda bubuhkan pada gelas, sebelum Anda menyeduhnya dengan air mendidih atau air panas tremos Anda. Cara ini memang lebih cepat, tetapi lebih tidak akurat. Tentu karena perkiraan seberapa banyak air dingin Anda dengan seberapa banyak air panas yang nantinya Anda tuangkan setelahnya perlu perkiraan yang lebih cermat. Salah-salah suhu akhirnya masih terlalu panas. Tetapi ini masih lebih baik daripada jika Anda menyeduh bubuk atau cairan susu Anda dengan air mendidih secara langsung.
Lebih lengkap, baca sumber


http://isengahh.com/gambar/bayiketel.jpg





sumber :http://www.klikunic.com

Related Post



0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar Di bawah ini Buat yang Belum Punya Akun Google/Blogger Bisa Di Ganti Dgn Anonymous

~ Berkomentarlah Dengan Sopan ~



Silahkan Share Bila Anda Menyukainya Artikel ini



    ~ Evan Saputra ~

    Welcome

    Halo..sahabat evanzip...mau bergabung dengan ku di facebook @evanosaputra-Twitter @Evan_say atau di Yahoo Messenger ku @evansaputra33 ehhh...yang udah kunjung jangan lupa isi Buku Tamu nya Ya,,,

    My Profil

    Follow Me

 

FIND US ON FACEBOOK


SAHABAT KU

Mengenalmu sangat menyenangkan

BACK LINK

EVAN < Free Auto Backlinks From 1Malaysia backlinks referer Backlink Exchange Free Automatic Backlink Florists Links Free Auto Backlinks SEO Links Exchanges, Blog Link Building Service Text Backlink Exchanges Text Backlink Exchanges Free Counter Text Backlink Exchanges Free Auto Backlinks Text Backlink Exchanges Auto Backlink Gratis Indonesia : Top Link Indo Free Automatic Backlink Backlink Exchange Statistik Blog
Website Hit Counters
page counter